selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Jumat, 29 Juni 2012

MAKALAH KASUS LIDERSHIP

KASUS
Di rumah sakit X terdapat 11 ruang, ruang A untuk poli RUANG BCD untuk rawat inap dan 5 ruang lain untuk penunjang. di bangsal B ada 1 perawat PA yang suka membolos, perawat PA 2 suka membangkang, KATIM 1 sering terlambat datang, KARU sibuk dengan agenda rapat . tentukan konsep leadership untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Identofikasi diagnosis kasus/topik
1.      perawat 1 suka membolos
2.      perawat 2 suka membangkang
3.      katim 1 sering terlambat datang
4.      karu sibuk dengan agenda rapat

Proses penyelesaian kasus berdasar literatur .......
Leadership adalah..... (literatur)
Macam-macam ledership.....
tugas dan tanggungjawab ledership...
F. penyelesaian masalah....










A.   Pengertian Kepemimpinan / Leadership
Leadership atau kepemimpinan adalah sebagai suatu kegiatan yang dilakukan melalui individu dan kelompok untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.Hersey dan Blanchand (1977).
Dalam konteks yang lebih luas, Flishmen (1973) mengartikan kepemimpinan
(Leadership) Sebagai suatu kegiatan yang menggunakan proses komunikasi untuk mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. Flishmen (1973).

B.     KEGIATAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan termasuk kegiatan berikut : mengarahkan, atau menunjukkan jalan, mensupervisi, atau mengawasi tindakan, dan mengkoordinasikan, atau mempersatukan usaha dari individu-individu yang berbeda.
Dari semua aktivitas, mengarahkan adalah yang paling sulit. Untuk memimpin bawahan sepanjang jalan tindakan yang telah ditetapkan, seorang pemimpin harus memiliki gambaran akhir yang jelas, harus terbiasa dengan kemampuan dan motivasi bawahan, dan harus menghargai pengeluaran waktu dan usaha mengikuti jalan yang telah ditentukan.
Mengarahkan orang lain merupakan transaksi yang rumit karena hal tersebut menempatkan pemimpin di dalam peran otoriter atau parenteral, sehingga bawahan cenderung untuk bereaksi melawan. Mengawasi merupakan kegiatan termudah dari ketiga kegiatan tersebut karena tanggung jawab supervisor sendiri mendatangkan keingintahuan dan perhatian mengenai kontribusi bawahan.
Akhirnya koordinasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang sangat penting karena kecuali usaha, semua pegawai disatukan dan difokuskan jelas pada tujuan kelembagaan, tenaga ahli yang bermacam-macam bias bekerja pada maksud yang sama satu sama lain.

C.    PERAN KEPEMIMPINAN
Demi kejelasan, manajer di setiap lapisan hirarki kelembagaan sebaiknya dihubungkan dengan istikah yang berbeda. Manajer puncak, seperti direktur keperawatan, dihubungkan dengan eksekutif. Manajer di lapis selanjutnya adalah seorang administrator atau pengelola. Manajer dalam urutan menengah disebut supervisor. Manajer lini pertama unit rawat pasien disebut kepala perawat atau manajer rawat pasien. Manajer pada setiap lapisan hirarki mengarahkan, mengawasi, dan mengkoorninasikan usaha dari bawahan, namun manajer di lapisan atas dan lapisan rendah berbesa di dalam kekhususan pengarahan, dekatnya supervisi, metode koordinasi.
Kepala perawat memberikan pengarahan rinci dan tegas kepada staf perawat, terkadang bekerja di samping bawahannya untuk memeriksa ketrampilan tehnis atau ketrampilan perorangan, dan mngkoordinasikan kegiatan staf lewat patroli harian ke rumah sakit, laporan tim, dan tinjauan rencana perawatan pasien.


D.    GAYA KEPEMIMPINAN

Menurut Gillies (1996), gaya kepemimpinan berdasarkan wewenang dan kekuasaan dibedakan menjadi empat (4), yaitu :
a.      Otoriter
Merupakan kepemimpinan yang berorientasi pada tugas atau pekerjaan. Menggunakan kekuasaan posisi dan kekuatan dalam memimpin. Pemimpin menentukan semua tujuan yang akan dicapai dalam pengambilan keputusan. Informasi diberikan hanya pada kepentingan tugas. Motivasi dengan reward dan punishment.
b.      Demokratis
Merupakan kepemimpinan yang menghargai sifat dan kemapuan setiap staf. Menggunakan kekuasaan posisi dan pribadinya untuk mendorong ide dari staf, memotivasi kelompok untuk menentukan tujuan sendiri. Membuat rencana dan pengontrolan dalam penerapannya. Informasi diberikan seluas-luasnya dan terbuka.
c.       Partisipatif
Merupakan kepemimpinan gabungan antara otokratik dan demokrasi, yaitu pemimpin yang menyampaikan hasil analisa masalah dan kemudian mengusulkan tindakan tersebut pada bawahannya. Staf diminta saran dan kritiknya serta mempertimbangkan respon staf terhadap usulannya, dan keputusan akhir ada pada kelompok.

d.      Bebas Tindak
Merupakan kepemimpinan offisial, karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarahan, supervisi dan koordinasi. Staf / bawahan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya sendiri. Pimpinan hanya sebagai sumber informasi dan pengendalian secara minimal.

E. MODEL KEPEMIMPINAN
terdapat tiga model kepemimpinan yaitu model Ohio state, kepemipinan situasional, dan managerial grids. (La Monica 1986).
1. Model Ohio state
model ini pertama kali dikembangkan oleh anggota staf dan Ohio state leadershift studies (La monica 1986). model ini mengandung dua komponen prilaku kepemimpinan yaitu struktur perkasa dan pertimbangan.
Struktur perkasa menggambarkan upaya pemimpin untuk melakukan pengorganisasian dan mendefisinikan kegiatan para anggota kelompok beserta peran yang di embanya. struktur ini membutuhkan komunikasi satu arah karena pemimpin mengarahkan anggotanya mengenai apa yang harus dikerjakan dan upaya pencapaian tujuan.
Pertimbangan sebagai komponen kedua dalam model ini melibatkan komunikasi dua arah untuk menjawab kebutuhan klompok melalui menanyakan pendapat, keyakinan, dan keinginan. setelah itu mendiskusikan dalam klompok untuk mencapai suasana saling percaya,saling menghormati dan menimbulkan kehangata diantara mereka yang pada akhirnya menciptakan hubungan interpersonal yang efektif.
Berdasarkan model ini akan menghasilkan 4 prilaku gaya kepemimpinan yaitu Pertimbangan tinggi-struktur rendah,Struktur tinggi-pertimbangan tinggi, Struktur rendah-pertimbangan rendah, dan struktur tinggi-pertimbangan rendah.
2. Kepemimpinan Situasional
              Teori ini dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard (1977) yang merupakan pengembangan dan model Ohio State. secara visual model ini sama persis dengan model Ohio State, hanya terjadi perubaha nama-nama yang terdapat pada masing-masing jendela. dalam model ini,struktur prakarsa di ganti atau setara dengan tugas dan pertimbangan setara dengan hubungan atau relasi.
              berdasarkan model ini akan muncul 4 karakteristik prilaku kepemimpina, yaitu hubungan tinggi-tugas rendah, tugas rendah-hubungan rendah, tugas tinggi-hubungan tinggi, dan tugas tinggi-hubungan rendah.
3.Managerial Grid
               Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh Blake dan Mouton (1978) yang pada tahun 1981 dengan Tapper mencoba model ini dalam keperawatan. secara garis besar, model ini  terbagi dalam beberapa kisi-kisi yang terdiri atas lima gaya kepemimpinan yang didasarkan pada suatu kombinasi kepedulian terhadap produksi atau tujuan institusi dan kepedulian terhadap orang.
               terdapat sembilan skala yang setiap komponennya bergerak dan sekala terendah (1) ke sekala tertinggi(9). berdasarkan model ini, perilaku kepemimpinan terbagi atas lima macam, yaitu kepemimpinan Otoritas-Kepatuhan (9.1), Kepemimpinan tim (9.9),Kepemimpinan “country club” (1.9), kepemimpinan miskin (1.1), dan kepemimpinan orang organisasi (5.5).
4. Kepemimpinan Efektif
               Berbagi macam karakternistik perilaku kepemimpinan berdasarkan model kepemimpina di atas dalam implementasinya dipengaruhi oleh faktor situasi yang kerap disebut dengan tingkat kedewasaan.Faktor-faktor tersebut kemudian dikelompokan kedalam empat kategori, yaitu Kedewasaan tingkat rendah yang ditandai dengan tidak mampu dan tidak mau (unable and unwilling or insecure), Tingkat rendah-sedang yang dicirikan dengan tidak mampu tetapi mau (unable but willing or conviden), tingkat sedang-tinggi dengan ciri-ciri mampu tetapi tidak mau (able but unwilling or insecure),dan kedewasaan tingkat tinggi dengan ciri-ciri mampu dan mau (able and willing or cinviden).

F. KOMPETENSI KEPEMIMPINAN
e.       Berkomunikasi tentang organisasi dan dalam memfasilitasi kegiatan organisasi dan pelaksanaan perubahan.
f.       Bendelegasikan dan mendapatkan orang lain untuk melaksanankan tugas dan menerima tanggung jawab
g.      Menseleksi dan memilih pegawai yang tepat
h.      Menciptakan budaya organisasi yang kondusif dan efektif
i.        Mengkonsultasikan dengan staf dan orang lain di luar organisasi yang sesuai tentang keadaan organisasi
j.        Mengenal kapan peraturan harus dilaksanakan ( fleksibilitas )

G. Tugas dan Tanggungjawab Leadership
Berdasarkan hierarki tugasnya pimpinan dikelompokkan sebagai berikut :
a.       Pimpinan tingkat pertama ( Lower Manager )
Adalah pimpinan yang langsung berhubungan dengan para pekerja yang menjalankan mesin peralatan atau memberikan pelayanan langsung pada konsumen. Pimpinan ini diutamakan memiliki proporsi peranan technical skill yang terbesar dan konseptual skill yang terkecil.
b.      Pimpinan tingkat menengah ( Middle Manager )
Adalah pimpinan yang berada satu tingkat di atas Lower Manager. Pimpinan ini menjadi saluran informasi dan komunikasi timbal balik antara Lower Manager dan Top Manager , yakni pimpinan puncak (  di atas Middle Manager ) sehingga pimpinan ini diutamakan memiliki kemampuan mengadakan hubungan antara keduanya. Konseptual skill adalah ketramp[ilan dalam penyusunan konsep - konsep, identifikasi, dan penggambaran hal - hal yang abstrak. Sedangkan techmnical skill adalah ketrampilan dalam melakukan pekerjaan secara teknik. Hubungan antara manusia merupakan ketrampilan dalam melakukan komunikasi dengan sesama  manusia lain.
c.       Pimpinan puncak ( Top Manager )
Pimpinan puncak adalah manajer yang menduduki kewenangan organisasi tertinggi dan sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan administrasi. Pimpinan ini memiliki proporsi peranan konseptual skill yang terbesar dan technical skill yang terkecil.
Peranan pemimpin terhadap kelompok:
a.       Sebagai penghubung interpersonal, yaitu merupakan simbul suatu kelompok dalam melakukan tugas secara hukum dan sosial, mempunyai tanggung jawab dan memotivasi, mengatur tenaga dan mengadakan pengembangan serta merupakan penghubung jaringan kerja di luar kelompok.
b.      Sebagai inovator atau pembaharu
c.       Sebagai pemberi informasi, yaitu memonitor informasi yang ada di lingkungan organisasi, menyebarluaskan informasi dari luar kepada bawahan dan mewakilikelompok sebagai pembicara.
d.      Menghimpun kekuatan
e.       Merangsang perdebatan masyarakat
f.       Membuat kedudukan perawat di media massa
g.      Memilih suatu strategi utama yang paling efektif, bertindak di saat yang tepat
h.      Mempertahankan kegiatan
i.        Memelihara formaf desentralisasi organisasi
j.        Mendapatkan dan mengembangkan data penelitian yang terbaik
k.      Mempelajari pengalaman
l.        Jangan menyerah tanpa mencoba.


H. Penyelesaian masalah                                        
1. Perawat Pa yang suka membolos
untuk menyelesaikan masalah ini yang harus dilakukan adalah dengan cara mengidentifikasi penyebab suka membolos, apakah memang perawat Pa males untuk berangakt dinas atau memang sudah bosan menjadi perawat. faktor ini lah yang perlu di perhatikan sebelim memberikan sanksi atau teguran kepada perawat yang suka membolos. jika alasan membolos sudah teridentifikasi dengan jelas maka pengambilan keputusan sanksi yang akan di berikan hendaknya sesuai dengan tingkat pelanggaran yang di laukukan, berat-ringanya pelanggaran yang di lakukan, semakin sering membolos berarti semakin tegas sanksi yang di berikan. Sehingga perawat yang suka membolos itu dapat menginstrokpeksi diri dan kembali disiplin dalam melaksanakan tugasnya.
2. Perawat yang suka membangkang
Untuk menyelesaikan masalah ini yang harus dilakukan adalah dengan cara mencari tau apa yang sebenarnya diinginkan perawat tersebut, kemudian mencari alasan mengapa perawat tersebut membangkang(apakah karena kondisi tubuh yang kurang fit atau kecapekan dan adanya masalah pribadi) sehingga masalah terseret pada lahan bekerja, mengetahui tugas utama seorang perawat. Jika perawat tersebut membangkang karena alasan yang baik,rasional dan masih dalam prosedur keperawatan maka kita harus memberi kesempatan perawat tersebut untuk menjelaskan apa keinginan sesungguhnya. Jika perawat tersebut membangkang karena alasan yang tidak rasional dan hanya keinginan pribadi, atau memang perawat tersebut sudah bosan menjadi seorang perawat maka kita harus memberikan penjelasan yang rasional dan menjelaskan tugas utamanya. Bila perlu memberi sanksi untuk perawat yang membangkang tersebut karena alasan yang tidak rasional sehingga perawat tersebut mempunyai kemauan untuk merubah sikapnya.

3. Katim1 sering terlambat datang
Pada masalah ini kita harus mengetahui apa yang menjadi penyebab katim tersebut sering terlambat datang(apakah karena jarak antara rumah dan rumah sakit yang jauh, karena kesibukan dalam rumah tangganya atau karena memang katim tersebut tidak bisa membagi waktu secara efisien) sehingga katim tersebut sering terlambat datang. untuk masalah ini maka kita harus memberikan teguran pada katim tersebut, bila masih terlambat katim tersebut harus diberi penjelasan dan sanksi yang sesuai dengan kesalahanya. Hal tersebut adalah untuk membangun katim menjadi lebih bertanggung jawab, disiplin dan lebih bisa mengatur waktu dengan baik.

I.       Tugas dan tanggung jawab Kepala ruang
A.    Perencanaan
1.      Menunjuk perawat primer dan mendeskripsikan tugasnya masing – masing.
2.      Mengikuti serah terima pasien di-shift sebelumnya.
3.      Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien yang dibantu perawat primer.
4.      Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibituhkan berdasarkan aktivitas dan tingkat ketergantungan pasien dibantu oleh perawat primer.
5.      Merencanakan strategi pelaksanaan perawatan.
6.      Mengikuti visit dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologi, tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan, dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap klien.
7.      Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan:
a)      Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan
b)      Membimbing penerapan proses keperawatan
c)      Menilai asuhan keperawatan
d)     Mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah
e)      Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru masuk.
8.      Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri.
9.      Membantu membimbing terhadap peserta keperawatan
10.  Menjada visi dan misi keperawatan dan rumah sakit

B.     Pengorganisasian
1.      Merumuskan metode penugasan yang dilakukan
2.      Merumuskan tujuan metode penugasan
3.      Membuat rincian tugas perawat primer dan perawat associate secara jelas
4.      Membuat rencana kendali kepala ruangan yang membawahkan 2 perawat primer dan perawat primer membawahkan 2 perawat associate.
5.      Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan, mengatur proses dinas, mengatur tenaga yang ada tiap hari, dan lain-lain
6.      Mengatur dan mengendalikan logistic ruangan
7.      Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktik
8.      Mendelegasikan tugas saat kepala ruangan tidak berada di tempat kepada perawat primer
9.      Mengetahui kondisi klien dan menilai tingkat kebutuhan pasien
10.  Mengembangkan kemampuan anggota
11.  Menyelenggarakan konferensi.
C.     Pengarahan
1.      Memberi pengarahan tentang penugasan kepada perawat primer
2.      Memberikan pujian terhadap perawat yang mengerjakan tugas dengan baik
3.      Memberikan motivasi dalam peningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap
4.      Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan yang berhubungan dengan askep pasien
5.      Membimbing bawahan jika mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya
6.      Meningkatkan kolaborasi
D.    Pengawasan
1.      Melalui komunikasi
Mengawasi dan berkomunikasi secara langsung dengan perawat primer mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien
2.      Melalui Supervisi
a.       Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sindidi atau melalui laporan langsung secara lisan dan memperbaiki/ mengawasi kelemahan-kelemahan yang ada saat ini
b.      Pengawasan tindak langsung; yaitu dengan mengecek daftar hadir, membaca dan memeriksa asuhan keperawatan, serta catatan yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan dilakukan (didokumentasikan), mendengarkan loporan dari perawat primer
3.      Evaluasi
a.       Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama.
b.      Audit keperawatan

J. Tugas perawat primer
1.      Menerima pasien dan mengkaji pasien secara komprehensif
2.      Membuat tujuan dan rencana keperawatan
3.      Melaksanakan rencana keperawatan yang telah dibuat selama dinas
4.      Mengominikasikan dan mengoordanisasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplen lain maupun perawat lain.
5.      Mengevaluasi rencana yang telah dicapai
6.      Menerima dan menyesuaikan rencana
7.      Menyiapkan penyuluhan untuk pulang
8.      Melakukan rujukan kepada pekarya social, kontak dengan lembaga social di masyarakat.
9.      Membuat jadwal perjanjian Klinis
10.  Mengadakan kunjungan rumah.


K. Peran Ketua Tim
1 Pengkajian : mengumpukan data kesehatan klien
2.  Perencanaan :
Fungsi perencanaan dan ketenagaan:
a.       Bersama Karu melaksanakan serah terima tugas
b.       Bersama karu melaksanakan pembagian tugas
c.        Menyusun rencana asuhan keperawatan
d.       Menyiapkan keperluan untuk melaksanakan asuhan keperawatan
e.        Melakukan ronde keperawatan bersama kepala ruangan
f.        Mengorientasikan klien baru pada lingkungan
g.       Melakukan pelaporan dan pendokumantasian
3.      Implementasi
Fungsi pengorganisasian:
a.       Menjelaskan tujuan pengorganisasian tim keperawatan
b.       Membagi pekerjaan sesuai tingkat ketergantungan pasien
c.        Membuat rincian tugas anggota tim dalam keperawatan
d.       Mampu mengkoordinir pekerjaan yang harus dilakukan bersama tim kesehatan lain
e.        Mengatur waktu istirahat anggota tim
f.        Mendelegasikan proses asuhan keperawatan pada anggota tim
g.       Melakukan pelaporan dan pendokumentasian
Fungsi pengarahan:
a.       Memberikan pengarahan kepada anggota tim
b.       Memberikan bimbingan pada anggota tim
c.        Memberikan infromasi yang berhubungan dengan askep
d.       Mengawasi proses pemberian askep
e.        Melibat anggota tim sampai awal dan akhir kegiatan
f.        Memberikan pujian/motivasi kepada anggota tim
g.       Melakukan pelaporan dan pendokumentasian
4.      Evaluasi:
Fungsi pengendalian:
a.       Mengevaluasi asuhan keperawatan
b.       Memberikan umpan balik pada pelaksana
c.        Memperhatikan aspek legal dan etik
d.       Melakukan pelaporan dan pendokumantasian
L. Peran perawat pelaksana
1. Pengkajian : mengkaji kesiapan klien dan diri sendiri untuk  melaksanakan suhan keperawatan.
2.  Perencanaan:
Fungsi perebncanaan dan ketenagaan:
a.       Bersama Karu mengadakan serah terima tugas
b.       Menerima pembagian tugas dari katim
c.        Bersama katim menyiapkan keperluan untuk melaksanakan asuhan keperawatan
d.       Mengikuti ronde keperawatan
e.        Menerima klien baru
3.       Implementasi
Fungsi pengorganisasian:
a.       Menerima penjelasan tujuan pengorganisasian tim
b.       Menerima pembagian tugas
c.        Melaksanakan tugas yang diberikan oleh katim
d.       Melaksanakan program kolaborasi dengan tim kesehatan lain
e.        Menyesuiakn waktu istirahat dengan anggota tim lainnya
f.        Melaksanakan asuhan keperawatan
g.       Menunjang pelaporan, mencatat tindakan keperawatan yang dilaksanakan
Fungsi pengarahan:
a.       Menerima pengarahan dan bimbingan dari katim
b.       Menerima informasi yang berkaitan dengan askep dan melaksanakan askep dengan etik dan legal
c.        Memehami pemahaman yang telah dicapai
d.       Menunjang pelaporan dan pendokumentasian
4.       Evaluasi
a.       Fungsi pengendalian:
b.       Menyiapkan menunjukkan bahan yang diperlukan untuk proses evaluasi serta ikut mengevaluasi kondisi pasien.










P e n u t u p



               Keperawatan adalah profesi yang terus mengalami perubahan, fungsinya lebih luas, baik sebagai pelaksana asuhan, pengelola, ahli, pendidik, maupun peneliti keperawatan. Melihat fungsinya yang luas sebagaimana tersebut di atas, maka perawat profesional harus dipersiapkan dengan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang kepemimpinan. Pemimpin keperawatan dibutuhkan baik sebagai pelaksana asuhan keperawatan, pendidik, manajer, ahli, dan bidang riset keperawatan.
               Dengan model kepemimpinan yang efektif ini, diharapkan di masa yang akan datang profesi keperawatan bisa diterima dengan citra yang baik di masyarakat luas sebagai suatu profesi yang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar