selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Minggu, 03 Juni 2012

SOP Melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP)


a.       Pengertian
Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan jantung guna kelangsungan hidup pasien
b.      Tujuan
Mengembalikan fungsi jantung dan fungsi paru
c.       Indikasi
1)      Henti nafas
2)      Henti jantung
d.      Persiapan
1)      Alat
a)      Alat pelindung diri (masker, handscoen)
b)      Trolly emergency yang berisi :
(1)   Laryngoscope lurus dan bengkok (anak dan dewasa)
(2)   Magil force
(3)   Pipa trakhea berbagai ukuran
(4)   Trakhea tube berbagai ukuran
(5)   Gudel berbagai ukuran
(6)   CVP set
(7)   Infus set/blood set
(8)   Papan resusitasi
(9)   Gunting verband
(10)   Bag resuscitator lengkap
(11)   Semprit 10 cc – jarum no. 18
c)      Set therapy oksigen lengkap dan siap pakai
d)     Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai
e)      EKG record
f)       EKG monitor bila memungkinkan
g)      DC shock lengkap
2)      Pasien
a)      Keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
b)      Posisi pasien diatur terlentang di tempat datar dan alas keras
c)      Baju bagian atas pasien dibuka
e.       Pelaksanaan
a)      Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker, handscoen)
b)      Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
1)      Memanggil nama
2)      Menanyakan keadaannya
3)      Menggoyangkan bahu pasien/mencubit pasien
c)      Jika pasien tidak sadar/tidak ada respon, aktifkan SPGDT
d)     Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift dan bersihkan jalan nafas dari sumbatan
e)      Menilai pernafasan dengan cara :
1)      Melihat pergerakan dada/perut
2)      Mendengar suara keluar/masuk udara dari hidung
3)      Merasakan adanya udara dari mulut/hidung pipi atau punggung tangan
f)       Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buata dengan resuscitator sebanyak 2 kali secara perlahan
g)      Periksa denyut jantung pasien dengan cara meraba arteri karotis, jika arteri carotis teraba cukup berikan nafas buatan setiap 5 detik sekali
h)      Jika arteri carotis tidak teraba lakukan kombinasi nafas buatan dan kompresi jantung luar dengan perbandingan 15 : 2 untuk dewasa baik 1 atau 2 penolong dan 3 : 1 untuk neonatus.
i)        Setiap 4 siklus (4 kali kompresi dan 5 kali ventilasi) cek pernafasan
j)        Jika nafas tetap belum ada lanjutkan teknik kombinasi dimulai dengan kompresi jantung luar.

f.       Hal-hal yang perlu diperhatikan
a)      Evaluasi pernafasan pasien tiap 1 menit saat dilakukan RJP BC kombinasi
b)      Lakukan RJP BC sampai :
1)      Timbul nafas spontan
2)      Diambil alih alat/petugas lain
3)      Dinyatakan meninggal
4)      Penolong tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada respon
c)      Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
1)      Dewasa
(a)    Penekanan menggunakan dua pangkal telapak tangan dengan kejutan bahu
(b)   Penekanan pada daerah sternum 2-5 jari di atas proses xyphoideus
(c)    Kedalaman tekanan 3-5 cm
(d)   Frekuensi penekanan 80-100 kali per menit
2)      Anak
(a)    Penekanan menggunakan satu pangkal telapak tangan
(b)   Kedalaman tekanan 2 – 3 cm
(c)    Frekuensi penekanan 80 – 100 kali per menit
3)      Neonatus
(a)    Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri penolong sedangkan  tangan kiri memegang lengan atas bayi sambil meraba arteri brakhialis sebelah kiri
(b)   Jari tangan dan telunjuk tangan penolong menekan dada bayi pada posisi sejajar putting susu 1 cm ke bawah
(c)    Kedalaman tekanan 1-2 cm
(d)   Perbandingan kompresi jantung dengan begging adalah 3 : 1

1 komentar: