selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Minggu, 03 Juni 2012

SOP Penanganan perdarahan post partum primer


a.       Pengertian
Memberikan pertolongan pada perdarahan per vaginam setelah melahirkan lebih dari 500 cc atau perdarahan disertai dengan gejala dan tanda-tanda syok
b.      Tujuan
Stabilisasi kondisi korban segera dirujuk ke rumah sakit
c.       Indikasi
1)      Atonia uteri
2)      Robekan jalan lahir
3)      Retensi plasenta
d.      Persiapan
1)      Alat
a)      Alat pelindung diri (masker, kacamata safety, handscoen, scort)
b)      Obat emergency
c)      Obat-obatan anti perdarahan
d)     Cairan infuse
e)      Tampon
f)       VC set
g)      Hecting set
2)      Pasien
3)      lingkungan
e.       Pelaksanaan
1)      Segera setelah plasenta dan selaput ketuban dilahirkan, lakukan massage uterus supaya berkontraksi (selama maksimal 15 detik) untuk mengeluarkan gumpalan darah. Sambil melakukan massase fundus uteri, periksa plasenta dan selaput ketuban untuk memastikan plasenta utuh dan lengkap.
2)      Jika perdarahan terus terjadi dan uterus teraba berkontraksi baik, berikan 10 unit oksitosin IM
3)      Jika kandung kemih ibu bisa dipalpasi, pasang kateter ke dalam kantung kemih
4)      Periksa laserasi pada perineum, vagina dan serviks dengan seksama menggunakan lampu yang terang. Jika sumber perdarahan sudah diidentifikasi, klem dengan forcep arteri dan jahit laserasi dengan menggunakan anastesi local (lidokain I %)
5)      Jika uterus mengalami atoni atau perdarahan terus terjadi. Berikan masases uterus untuk mengeluarkan gumpalan darah.
6)      Periksa lagi apakah plasenta utuh, usap vagina dan ostium serviks untuk menghilangkan jaringan plasenta atau selaput ketuban yang tertinggal.
7)      Jika kandung kemih ibu bisa dipalpasi, pasang kateter ke dalam kandung kemih.
8)      Lakukan kompresi bimanual internal maksimal lima menit atau hingga perdarahan bisa dikendalikan dan uterus berkontraksi dengan baik
9)      Anjurkan keluarga untuk memulai mempersiapkan kemungkinan rujukan
10)  Jika perdarahan dapat dikendalikan dan uterus berkontraksi dengan baik :
a)      Teruskan kompresi bimanual selama 1-2 menit atau lebih
b)      Keluarkan tangan dari vagina dengan hati-hati
c)      Pantau kala empat persalinan dengan seksama, termasuk sering melakukan massase uterus untuk memeriksa atoni, mengamati perdarahan dari vagina, tenakan darah dan nadi.
11)  Jika perdarahan tidak terkendali dan uterus tidak berkontraksi dalam waktu lima menit setelah dimulainya kompresi bimanual pada uterus maka keluarkan tangan dari vagina dengan hati-hati.
12)  Jika tidak ada hipertensi pada ibu, berikan metergin 0,2 mg IM
13)  Mulai IV ringer laktat 500 cc + 20 unit oksitosin menggunakan jarum berlubang besar (16 atau 18 G) dengan teknik aseptik. Berikan 500 cc pertama secepat mungkin, dan teruskan dengan IV ringer laktat + 20 unit oksitosin yang kedua.
14)  Jika uterus tetap atoni dan atau perdarahan terus berlangsung
15)  Ulangi kompresi bimanual internal
16)  Jika uterus berkontraksi, lepaskan tangan anda perlahan-lahan dan pantau kala empat persalinan dengan cermat.
17)  Jika uterus tidak berkontraksi, rujuk segera ke tempat dimana operasi bisa dilakukan
18)  Bila perdarahan tetap berlangsung dan kontraksi uterus tetap tidak ada, maka kemungkinan terjadi rupture uteri, (syok cepat terjadi tidak sebanding dengan darah yang nampak keluar, abdomen teraba keras dan fundus mulai baik), lakukan kolaborasi dengan OBSGYN)
19)  Bila kompresi bimanual tidak berhasil, cobalah kompresi aurta. Cara ini dilakukan pada keadaan darurat sementara penyebab perdarahan sedang dicari.
20)  Perkirakan jumlah darah yang keluar dan cek dengan teratur denyut nadi, pernafasan dan tekanan darah
21)  Buat catatan yang saksama tentang semua penilaian tindakan yang dilakukan dan pengobatan yang dilakukan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar