selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Senin, 02 Juli 2012

Belajar Mengenal Sirkumsisi (Khitan)


Ups... ini sepertinya artikel riskan ya.. mengingat banyak sekali sekarang permasalahan malpraktik, bukan mengajari untuk berbuat malpraktik, namun sekedar jadi ilmu saja bagi kita semua, yah.. siapa tahu nantinya bakal mengabdi di daerah pedalaman seperti suster apung (so sweet...). Namun kalau dirunut-runut, masyarakat kita lebih mengenal namanya mantri sunat ketimbang profesi lain dalam melakukan sunat (khitan), karena memang dahulu yang melakukan khitan atau sunat itu lebih banyak perawat, jadi gada salahnya kita belajar sedikit mengenai teknik dalam melakukan sirkumsisi.... kalau misalnya kurang lengkap harap dilengkapi, kalau salah boleh dikoreksi...
PRINSIP DALAM SIRKUMSISI
1. Asepsis ==> jadi perhatikan betul-betul kesterilan tindakan kita, karena ini termasuk tindakan operasi, melukai jika tak mengindahkan teknik aseptis maka infeksi asilnya.
2. Pengangkatan Kulit secara Adekuat ==> pada dasarnya sirkumsisi itu mengangkat kulit luar, membuang sedikit dan merapatkannya lagi
3. Hemostasis yang baik ==> sewaktu SMA di buku SMA Bahasa Indonesia ada cerpen tentang perdarahan pasca khitan, nah itu jadi pelajaran banget nih buat saya...
4. Kosmetik ==> bukan hanya muka lho, inget jangan jadikan "ia" menjadi buruk rupa, jadi estetika juga harus main disini.

PERSIAPAN
1. Kasa Steril
2. Cairan Desinfektan (IODINE)
3. Kain/Doek Steril
4. Semprit - Jarum Steril serta obat anastesi lokal
5. Satu set peralatan bedah minor

PERSIAPAN SEBELUM DIMULAI
1. Desinfeksi lapangan operasi dengan povidon iodin
2. Daerah operasi dipersempit dengan doek steril
3. Lakukan tindakan anestesi blok pada pangkal penis untuk memblok nervus dorsalis penis dan dilanjutkan dengan anesthesi infiltrasi (extracain / lidocain )

TEKNIK ANASTESI

Anatomi (Perhatikan dengan seksama)





Ditusukkan dengan tegag lurus, sampai dengan terdengar seperti bunyi jarum yang menembus kertas, setelah itu aspirasi kemudian masukkan anastesi.
Setelah itu lakukan anastesi lagi pada bagian daerah yang ingin dibedah (lebih bawah sedikit), jangan lupa memiringkan kiri dan kanan, agar obat merata.


Langkah Kerjanya Digambarkan sebagai berikut




1. Lakukan penjepitan prepusium pada jam 1, 11, 5 serta 7
2. Lakukan pemotongan prepusium sejajar sumbu panjang penis menggunakan gunting
3. berikutnya adalah pemisahan kulit hingga penjahitan...





















KOMPLIKASI SIRKUMSISI
Sirkumsisi yang benar dan dengan perawatan hemostasis jarang menimbulkan komplikasi. sebaga perawat dalam perawatan luka seperti ini adalah menjaganya tetap bersih dan bebas kuman, sehingga terbebas dari resiko infeksi. pada tahap sirkumsisi, hal-hal yang tidak diinginkan terjadi adalah:
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Pengangkatan kulit penis tidak adekuat
4. Amputasi Glans Penis
5. Nekrosis Penis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar