selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Rabu, 13 Maret 2013

KEBUTUHAN OKSIGENASI

KEBUTUHAN OKSIGENASI
Oksigenasi adl proses penambahan oksigen lebih dari 21% pd tekanan 1 atm ke dlm sistem, sehingga konsentrasi oksigen meningkat dlm tubuh.
Fungsi Pernafasan
pernafasan/respirasi adl proses pertukaran gas antara individu dan lingkungan.
Kapasitas udara dlm paru paru adl 4.500-5000 ml. Udara yg diproses dlm paru paru hanya sekitar 10% yakni yg dihirup(inspirasi) dan yg dihembuskan (ekspirasi) pd pernafasan biasa.
A. Struktur Sistem Pernafasan
1. Sistem pernafasan atas
+ hidung, pd hidung udara yg akan masuk mengalami proses penyaringan, humidifikasi, dan penghangatan.
+ Faring
merupakan saluran yg terbagi menjadi 2 utk udara dan makanan. Dibagi mjd 3 region: nasofaring, orofaring, laringofaring. Fungsi faring adl utk menyediakan saluran pd traktus respiratorius dan digestif.
+ Laring
Berperan dlm menghasilkan suara , mempertahankan kepatenan jalan nafas, dan melindungi jalan nafas bawah dari air dan makanan yang masuk.
2. Sistem Pernafasan Bawah
+ Trakea
Disebut juga batang tenggorok. Ujung Trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina.
+ Bronkus
Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri.
Bronkus kanan terdiri dari 3 lobus. Bronkus kiri terdiri dari 2 lobus.
+ Paru
Terletak di rongga dada atau toraks.
Fisiologi pernafasan
a. Pernafasan eksternal
Pernafasan eksternal/ pulmoner adalah keseluruhan proses pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. Berlangsung dalam 3 langkah.
+ Ventilasi
Yaitu masuk dan keluarnya udara atsmosfir dari alveolus ke paru paru dan sebaliknya. Faktor yg mempengaruhi ventilasi:
- jalan nafas yg bersih
- sistem saraf pusat dan sistem pernafasan yang utuh.
- tekanan udara atmosfir
- pengembangan paru yang adekuat
- rongga torak yang mampu berkontraksi dan mengembang dengan baik.
+ Difusi
Yaitu pertukaran gas gas ( O2 dan CO2) antara alveolus dan kapiler di paru paru. Difusi adl pergerakan molekul dari area berkonsentrasi/ bertekanan tinggi ke area berkonsentrasi rendah. Proses ini dipengaruhi oleh ketebalan membram dan perbedaan tekanan gas.
+ Transpor
Yaitu pengangkutan O2 melalui darah ke sel sel jaringan tubuh dan sebaliknya CO2 dari jaringan tubuh ke kapiler. Normalnya 97% O2 akan berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3% ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel sel. Faktor yang mempengaruhi laju transportasi:
- curah jantung
- jml sel darah merah
- hematrokit darah
- latihan
Pernafasan Internal
Pernafasan internal/ jaringan mengacu pada proses metabolisme intrasel yang berlangsung dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama proses penyerapan energi molekul nutrien.
Faktor yang mempengaruhi Pernafasan:
a. Faktor fisiologis
b. Status kesehatan
c. Faktor perkembangan
d. Faktor perilaku/ gaya hidup
e. Lingkungan
f. Narkotika
Gangguan pada fungsi pernafasan:
a. Perubahan pola nafas
Pola nafas mengacu pada frekuensi, volume, irama, dan usaha pernafasan.
+ eupnea, pola nafas yang normal= pernafasan yang tenang, berirama dan tanpa usaha. Pernafasan normal 16-24x/menit
+ takipnea: frekuensi pernafasan yang cepat. Pernafasan lebih dari 24x/mnt. Biasanya pada demam,nyeri dll.
+ bradipnea: frekuensi nafas yg lambat dan abnormal. Pernafasan kurang dari 16x/mnt. Biasanya pada orang yang baru menggunakan obat obatan seperti morfin.
+ apnea: henti nafas
+ hiperventilasi: peningkatan jumlah udara yang memasuki paru paru. Biasanya hiperventilasi disebabkan oleh asidosis, infeksi, kecemasan.
+ hipoventilasi: penurunan jumlah udara yang memasuki paru paru. Biasanya disebabkan oleh penyakit otot pernafasan, obat obatan, anastesia.
+ pernafasan kusmaul: pernafasan yang cepat dan dalam.
+ orthopnea: kemampuan bernafas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri.
+ dispnea: kesulitan atau ketidaknyamanan dalam bernafas.
+ cheney stokes: pernafasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea.
+ biot: pernafasan yang ritme maupun amplitudonya tidak teratur, kadang diselingi apnea.
Bunyi nafas:
+stertor/ mendengkur, terjadi karena adanya obstruksi jalan nafas bagian atas.
+ stidor: bunyi yang kering dan nyaring di dengar saat inspirasi.
+ whezing: bunyi nafas seperti orang bersiul.
+ rales: bunyi yang mendesak atau bergelembung dan di dengar saat inspirasi.
+ ronchi: bunyi nafas yang kasar dan kering didengar saat ekspirasi..
b. Hipoksia
Adalah kondisi kadar O2 dalam tubuh(sel) tidak adekuat akibat kurangnya penggunaan atau pengikatan O2 pada tingkat sel. Disebabkan oleh:
+ penurunan HB dan kapasitas angkut O2 dalam darah.
+ penurunan konsentrasi O2 inspirasi
+ ketidakmampuan sel mengikat O2
+ penurunan difusi O2 dari alveoli ke dalam darah.
+ penurunan perfusi jaringan.
Ditandai dengan kelelahan, kecemasan, pusing, penurunan tingkat kesadaran dan konsentrasi, peningkatan TTV,pucat, sianosis, dispnea, kelemahan.
c. Obstruksi jalan nafas
+ Obstruksi jalan nafas atas (hidung, laring, faring) dapat disebabkan oleh makanan, akumulasi sekret, atau lidah yang menyumbat orofaring pada orang yang tidak sadar.
+ obstruksi jalan nafas bawah, meliputi sumbatan total atau sebagian pd jalan nafas bronkus dan paru.
B. Tujuan pemberian oksigenasi
a. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat.
b. Untuk menurunkan kerja otat jantung(miokard)
c. Untuk menurunkan kerja pernafasan.
d. Mengatasi keadaan hipoksemia
Syarat Pemberian Oksigen:
a. Dapat mengontrol konsentrasi oksigen udara inspirasi
b. Tahanan jalan nafas rendah
c. Tidak terjadi penumpukan CO2
d. Efisien
e. Nyaman untuk pasien
Indikasi Pemberian Oksigen
a. Klien dengan kadar oksigen arteri rendah dari hasil analisa gas darah
b. Klien dengan peningkatan kerja nafas
c. Klien dengan peningkatan kerja otot jantung
d. Henti jantung paru,
e. Gagal nafas, gagal jantung/ AMI
f. Syok
g. Peningkatan kebutuhan O2
h. Keracunan gas CO2
i. Perdarahan
j. Hipoxemia
k. Hipotensi
l. Low cardiac output dan metabolik asidosis
m. Respiratory distres
n. Sianosis
o. Hipovolemi
p. Sianosis
q. Selama dan sesudah pembedahan
r. Anemia berat
q. Klien dengan keadaan tidak sadar.
Pemantauan terapi oksigen
a. Warna kulit
b. Analisa gas darah
c. Oksimetri untuk pemantauan kandungan oksigen yang terikat dalam hemoglobin
d. Keadaan umum pasien
C. Metode Pemberian Oksigen
1. Low flow oxygen sistem
Sistem aliran rendah digunakan untuk menyediakan sebagian dari udara inspirasi total pasien( klien yg memerlukan oksigen tetapi masih mampu bernafas dengan normal).
Contoh sistem aliran rendah:
a. Kanula nasal
Aliran oksigen 1-6 lt/mnt dgn konsentrasi 24-44%. Klien bebas makan dan bergerak, berbicara, dan terasa nyaman. Alat ini tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%, dan dapat mengiritasi selaput lendir.
b. Kateter nasal
Aliran dan konsentrasi sama seperti kanula nasal. Pemberian oksigen stabil, klien bebas bergerak, makan, bicara, murah dan nyaman. Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 45%, teknik memasukkan kateter nasal lebih sulit dari pada kanula nasal, dapat terjadi distensi lambung, iritasi selaput lendir nasofaring, aliran 6 lt/mnt dpt menyebabkan nyeri sinus, mengeringkan mukosa hidung.
c. Sungkup muka sederhana
Alat pemberian oksigen kontinyu atau selang seling 5-8 lt/mnt dengan konsentrasi 40-60%. Dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol. Tetapi dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah.
d. Sungkup muka dengan kantong rebreathing
Konsentrasi oksigen 60-80% dengan aliran 8-12 lt/mnt. Alat ini tidak mengeringkan selaput lendir. Tapi jika aliran rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong oksigen bisa terlipat.
e. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing
Konsentrasi oksigen mencapai 99% dengan aliran 8-12 lt/mnt.
2. High flow oxigen system
Menyediakan udara inspirasi total untuk pasien. Pemberian ini dilakukan dengan teratur, konsistensi, teliti, dan tidak bervariasi dengan pola pernafasan pasien. Konsentrasi 30-55% dengan aliran 4-14 lt/mnt. Contoh:
a. Sungkup muka venturi
b. Sungkup muka aerosol
c. Ventilator
Pengkajian:
a. Riwayat keperawatan
+ riwayat individu dan keluarga
+ riwayat diit
+ riwayat medikasi
+ masalah kesehatan saat ini
+ pengkajian psikososial
b. Pemeriksaan fisik
c. Pemeriksaan diagnostik
+ penilaian oksigenasi dan ventilasi: uji fungsi paru, pemeriksaan gas darah, oksimetri, pemeriksaan darah lengkap.
+ tes struktur sistem pernafasan: sinar-X dada, bronkoskopi, scan paru.
+ Deteksi abnormalitas sel dan infeksi saluran pernafasan: kultur kerongkongan, sputum, uji kulit.
D. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa yang lazim pada pasien dengan gangguan pemenuhan oksigenasi diantaranya:
1. Pola nafas tidak efektif b.d. distensi dinding dada, kelelahan
2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d. spasme jalan nafas
3. Kerusakan pertukaran gas b.d. pertukaran gas pada membran alveolar-capilary, ketidakseimbangan perfusi ventilasi.
Rencana Keperawatan
1. Status respirasi ventilasi
+ breathing & airway manajemen
2. Kepatenan jalan nafas
+ airway manajemen
+ oksigen terapy
+ monitoring vital sign
+ monitoring respirasi
3. Keseimbangan asam basa
+ manajemen asam basa
+ monitoring asam basa
sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar