selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Rabu, 10 April 2013

ASKEP Pembatasan fisik pada lansia


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan atau juga bisa disebut sebagai akhir dari rentang hidup manusia. Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami  proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban dari pada  sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan  ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat.Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.  Hal ini dilihat dari keterlibatan mereka terhadap sumber  daya ekonomi, pengaruh terhadap pengambilan keputuan serta luasnya hubungan sosial yang   semakin   menurun.   Akan   tetapi   di  Indonesia penduduk   lanjut   usia menduduki  kelas  sosial  yang  tinggi  yang  harus  dihormati  oleh  warga  muda.
Usia lanjut dipandang sebagai masa yang disertai oleh penderitaan dengan berbagai penyakit, serta kesadaran bahwa setiap orang akan mati, maka kecemasan akan kematian menjadi masalah psikologis yang penting pada lansia. Tidak hanya ancaman kematian saja yang menjadi momok menakutkan bagi usia lanjut namun juga termasuk dengan minimnya hubungan sosial dengan lingkungan sekitar. Seiring dengan bertambahnya usia ancaman penyakitpun semakin meningkat.Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran dan pembatasan fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Secara umum seseorang yang sudah memasuki usia lanjut berkisar pada 60 tahun hingga meninggal. Seperti apa yang kita ketahui bahwa gejala yang muncul pada saat penuaan mulai terlihat kemunduran fisik seperti kulit yang mulai mengkerut, rambut yang memutih, begitu juga menurunnya daya ingat yang dimiliki oleh lanjut usia.selain itu,terjadi pembatasan fisik yang dapat menyebabkan lansia tidak dapat beraktivitas seperti biasanya,berbagai resiko pun dapat terjadi pada lansia seperti resiko jatuh.di perlukan bantuan dari pihak keluarga maupun perawat dalam merawat lansia tersebut agar lansia mampu mempertahankan dan menjaga kesehatannya.
B.   Tujuan
1.Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui pengertian pembatasan fisik pada lansia
2. Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui klasifikasi pembatasan fisik
3.Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui masalah-masalah fisik yang berhubungan dengan pembatasan fisik
4.Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembatasan fisik
5. Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui  Solusi menghadapi masa tua
C.   Manfaat Penulisan
Menjadi pegangan untuk mahasiswa dalam mempelajari konsep Pembatasan Fisik pada Lansia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian
·      Pembatasan fisik adalah suatu keadaan dimana seseorang yang telah lanjut usia akan mengalami kemunduran pada berbagai aspek terutama kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan-peranan sosialnya,kemunduran kemampuan fisik ini akan menimbulkan gangguan di dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga meningkatkan ketergantungan yang memerlukan bantuan orang lain.
·      Pembatasan fisik dapat di artikan pula sebagai perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik seseorang manula yang menyebabkan timbulnya keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh orang tersebuat,seperti klien lansia beresiko tinggi terjatuh bila bila berjalan-jalan tanpa pengawasan dari orang sekitarnya.
                       
B.     Kasifikasi Pembatasan fisik
Terdapat dua macam pembatasan fisik yang ada pada lansia di dasarkan pada aktivitas yang di lakukan oleh lansia yaitu:
1.Lansia aktif yaitu lansia yang mengalami pemunduran fisik pada dirinya namun masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain,sehingga dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari masih dapat di lakukannya sendiri,meskipun begitu,tidak semua aktivitas dapat dilakukan oleh lansia,lansia hanya dapat melakukan kegiatan yang tidak menguras banyak tenaganya dan tidak beresiko dapat melukai diri lansia tersebut,aktivitas itu seperti senam pagi atau membuat teh.
2.Lansia pasif atau sakit yaitu lansia yang mengalami pemunduran fisik yang berakibat pada timbulnya penyakit yang menyebabkan lansia terbaring di tempat tidur sehingga dalam memenuhi kebutuhannya lansia tidak mampu melakukannya dan memerlukan bantuan dari orang lain.seperti klien menderita penyakit stroke yang menyebabkan klien mengalami kelumpuhan.Di sini peran perawat sangat penting dalam meningkatkan kesehatan lansia terutama dalam pemenuhankebutuhan fisiologis lansia seperti makan dan minum dan juga personal hygien lansia.pada lansia yang terbatas fisiknya perlu adanya perawatan kebersihan diri yang kontinu sebab lansia tidak mampu beraktivitas,hal ini di lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada lansia bila tidak terjaga kebersihan tubuhnya.
c.   Masalah-masalah fisik yang berhubungan dengan Pembatasan fisik
Perubahan kondisi fisik meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua sistem organ tubuh,di antaranya sistem       pernafasan,pendengaran,penglihatan,cardiovaskuler,sistem pengaturan tubuh,muskuloskletal,endokrin dan integumen.hal ini berpengaruh pada aktivitas yang dilakukan oleh lansia,bila aktivitas yang di lakukan berat kadang menyebabkan timbulnya masalah-masalah fisik pada lansia tersebut,masalah-masalah fisik yang sering di temukan pada lansia sebagai berikut:
1.Mudah jatuh
2.Mudah lelah
3.Penurunan kondisi mental akut
4.Nyeri dada atau berdebar-debar
5.Sesak nafas saat melakukan aktifitas kerja fisik
6.Nyeri pinggang atau punggung
7.Sulit tidur dan pusing-pusing
8.Gangguan pada fungsi penglihatan,pendengaran dan sukar menahan air kencing
Berdasarkan penjelasan di atas,makalah ini akan menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya pembatasan fisik pada lansia.
d.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pembatasan fisik

      1.Resiko mudah jatuh
Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata, yang melihat kejadian mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai / tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka ( Reuben, 1996 ).
Jatuh sering terjadi atau dialami oleh usia lanjut. Banyak faktor berperan di dalamnya, baik faktor intrinsic dalam diri lansia tersebut seperti gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah, kekakuan sendi, sinkope dan dizzines, serta faktor ekstrinsik seperti lantai yang licin dan tidak rata, tersandung benda – benda, penglihatan kurang karena cahaya kurang terang, dan sebagainya.
Berdasar survai di masyarakat AS, Tinetti ( 1992 ) mendapatkan sekitar 30% lansia umur lebih dari 65 tahun jatuh setiap tahunnya, separuh dari angka tersebut mengalami jatuh berulang. Kane dkk ( 1994 ) mendapatkan dari survai masyarakat di AS ⅓ lansia umur lebih dari 65 tahun menderita jatuh setiap tahunnya dan sekitar 1/40 memerlukan perawatan rumah sakit. Sedangkan di rumah – rumah perawatan sekitar 50% penghuninya mengalami jatuh dengan akibat antara 10 – 25%nya memerlukan perawatan di rumah sakit.
Terdapat dua faktor terjadinya jatuh pada lansia,yaitu:
a.Faktor Instrinsik
  1.Gangguan sistem susunan saraf
  2.Gangguan penglihatan
  3.Gangguan Psikologis
  4.Infeksi telinga
  5.Vertigo
b.Faktor ekstrinsik
               1.Cahaya ruangan yang kurang terang
               2.Lantai yang liicin
               3.Tersandung benda-benda
               4.Turun tangga
               5.Kursi roda yang tidak terkunci
2.Mudah Lelah dan sesak nafas saat beraktivitas fisik
Mudah lelah adalah adahal yang paling sering di alami oleh lansia,hal ini di sebabkan oleh penurunan organ tubuh lansia yang semakin hari semakin menurun,pada sistem pernafasan lansia terlihat jelas terjadinya penurunan sistem organ pada sistem kardiovaskuler,otot-otot jantung semakin lambat untuk melakukan kontraksi dalam memompa darah,hal ini berakibat pada ketidakmampuan lansia untuk melakukan aktivitas yang berat di karenakan akan membuat lansia beresiko mengalami gangguan pernafasan seperti sesak nafas atau dipsneu.
Sesak nafas saat melakukan aktivitas kerja fisik
Di sebabkan oleh :
1.Kelemahan jantung
   Hal ini paling sering di alami oleh lansia di sebabkan oleh katup jantung menebal dan menjadi kaku,kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun,berkurangnya cardiac output,kehilangan elastisitas pembuluh darah,tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer dan berkurangnya heart rate pada usia diatas 65 tahun
 2.Gangguan sistem saluran nafas             
   Penyebabnya adalah di karenakan otot-oto pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku,menurunnya aktivitas cilia,berkurangnya elastisitas paru,alveoli ukurannya melebar,oksigen arteri menurun menjadi 75 mmhg dan berkurangnya maksimal oksigen yang dihirup
 3.Anemia dan berat badan berlebihan
   Anemia di akibatkan oleh berkurangnya darah dalam tubuh,darah sangat di perlukan untuk mengikat oksigen dalam tubuh,akibat berkurangnya darah berdampak pada berkurangnya oksigen yang di perlukan oleh tubuh,sedangkan obesitas dapat menyebabkan pengembangan dada tidak sempurna sehingga menyebabkan lansia mudah lelah.
3. Penurunan kondisi mental akut
            Pada umumnya usia lanjut mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor.Perubahan-perubahan mental ini erat sekali kaitannya dengan perubahan fisik,keadaan kesehatan,tingkat pendidikan atau pengetahuan serta situasi lingkungan.Intelegensi di duga secara umum makin mundur terutama faktor penolakan abstrak seperti mulai lupa terhadap kejadian baru.Dari segi mental emosional sering muncul perasaan pesimis,timbulnya perasaan tidak aman dan cemas,adanya kekacauan mental akut,merasa terancam akan timbulnya suatu penyakit atau takut di telantarkan karena tidak berguna lagi.Faktor-faktor yang mempengaruhi peruban mental antara lain:
1.Penurunan fisik khusunya organ perasa
2.Kesehatan umum
3.Tingkat Pendidikan
4.Keturunan
5.Gangguan syaraf panca indra,timbil kebutaan dan ketulian
6.Gangguan konsep diri
7.Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik,perubahan terhadap gambaran diri,dan perubahan konsep diri
4.  Nyeri dada saat beraktifitas
      Terdapat banyak faktor penyebab terjadinya nyeri dada pada lansia yaitu:
1.      Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml.
2.      kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret & corpus alium dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.
3.      Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur 20 tahun. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya berakibat pada resiko terjadinya nyeri dada.
4.      Tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.
5.      Gangguan pada funsi Penglihatan
Lansia pada usia di atas 60 tahun sering mengeluh penglihatannya terganggu,kebanyakan lansia akan mengalami kesulitan untuk mencari sesuatu yang di inginkan lansia,terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya gangguan penglihatan,antara lain:
1.Kelainan pada lensa mata(refleksi pada lensa mata yang kurang)
 2.Kekeruhan pada lensa mata (Katarak)
 3.Tekanan pada bola mata yang tinggi (Glaukoma)
 4.Radang saraf mata
       6.   Gangguan pada fungsi pendengaran
       Dapat disebabkan oleh faktor-faktor yaitu :
       1.Presbiakusis atau penurunan pendengaran pada lansia
        2.Ketulian pada usia lanjut
       3.penyakit degeneratif (Otosklerusis)
       4.membran timpani obstuksi sehingga mengalami otoklerosis
       5.bertambahnya obstruksi tuba eustachi.
7.  Gangguan pola tidur
  Disebabkan oleh :
               1.Faktor instrinsik,misalnya lingkungan yang kurang tenang
               2.Faktor ekstrinsik,seperti nyeri,gatal,dan iritabilitas
8.  Gangguan pemenuhan nutrisi berakibat pada penurunan berat badan
             Di sebabkan oleh :
             1.Nafsu makan menurun karena kurang adanya gairah hidup atau kelesuan
             2.Adanya penyakit kronis
3.Gangguan pada saluran pencernaan sehingga penyerapan makanan menjadi   terganggu
             4.Faktor sosial ekonomi (Pensiun)
E. Solusi menghadapi Masa Tua
1. Masuk ke dalam posisi mereka
Penurunan fisik secara perlahan-lahan karena termakan usia bisa menimbulkan depresi tersendiri. Bayangkan apa yang akan kita alami ketika kenyataan itu terjadi pada diri kita, dengan begitu, kita bisa memahami apa yang dirasakan dan dialami orang tua.
2. Dorong mereka untuk mencoba hal-hal baru
Orang-orang yang sudah jompo sering terpaku pada hal-hal yang tidak mungkin mereka capai, karena itu bawalah mereka mencoba hal-hal baru yang memungkinkan bagi mereka.
3. Sepakati aturan-aturan dasar tertentu
Bila tidak mau dikunjungi terus-menerus setiap sore untuk diajak ngobrol, buatlah kesepakatan mengenai waktu dan frekuensi pertemuan yang memungkinan dengan kedua orang tua.
4. Menerima hadiah dari mereka
Orang-orang berusia lanjut sangat senang memberi sesuatu kepada orang lain. Terimalah pemberian mereka, tapi juga bersiap-siaplah untuk mengembalikannya suatu ketika nanti, jika dibutuhkan.
5. Biarkan mereka terus aktif
Walaupun sendi-sendi mereka sudah lemah, tak berdaya, dan sudah tidak bisa berlari, ada baiknya kita mendorong mereka terus aktif bergerak. Ini sama dengan memotivasi mereka untuk tetap bersikap mandiri.
6. Jangan terbawa pertimbangan emosional
Ini hal yang sangat sulit. Kita tidak harus merawat orang tua saat mereka sudah tua hanya karena dulu mereka menyeboki kita saat masih bayi. Ada banyak cara untuk membantu, tapi jangan sampai kita menjadi tukang rawat mereka, lain hal kalau itu menjadi bagian rencana hidup pribadi.
7. Sabar mendengar cerita favorit orang tua yang diulang-ulang
Pada usia lanjut, kisah cerita dan anekdot favorit orang tua biasanya akan selalu diceritakan berulang kali. Kita perlu sabar dan membiarkan mereka menceritakannya berkali-kali.
8. Jawab pertanyaan-pertanyaan hakiki mengenai hidup
Orang tua yang sudah renta memiliki kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya moralitas daripada sebelumnya. Kematian merupakan hal yang menakutkan, karena itu dorong orang tua kita untuk mendalami iman atau kehidupan rohani jika mereka menganut ajaran tertentu.
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembatasan fisik adalah suatu keadaan dimana seseorang yang telah lanjut usia akan mengalami kemunduran pada berbagai aspek terutama kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan-peranan sosialnya,kemunduran kemampuan fisik ini akan menimbulkan gangguan di dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga meningkatkan ketergantungan yang memerlukan bantuan orang lain.
Masalah-masalah fisik yang sering di temukan pada lansia sebagai berikut:
1.Mudah jatuh
2.Mudah lelah
3.Penurunan kondisi mental akut
4.Nyeri dada atau berdebar-debar
5.Sesak nafas saat melakukan aktifitas kerja fisik
6.Nyeri pinggang atau punggung
7.Sulit tidur dan pusing-pusing
            8.Gangguan pada fungsi penglihatan,pendengaran dan sukar menahan air kencing
B.   Penutup
Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi mahasiswa tentang konsep pembatasan fisik pada lansia dan bermanfaat bagi mahasiswa dan institusi.Kami mengharapkan saran dan komentar dari pembaca tentang makalah ini,bila terdapat kesalahan atau kekeliruan sehingga makalah ini menjadi lebih baik lagi bagi pembaca yang ingin menjadikan makalah ini menjadi bahan pembelajaran
Daftar Pustaka
1.Nugroho wahyudi,1996.Keperawatan Gerontik.jakarta:EGC
2. Agung Seto,2008,Buku ajar Komunitas,jakarta:EGC
3.Nugroho,wahyudi.2000.Perawatan Usia Lanjut.jakarta;EGC
4. Leueckenote,AA1998.Pengkajian Gerontologi.Jakarta: EGC
5. Stanley, Mickey & Patricia gauntiett beare. 200.6 Buku Ajar Keperawaan Gerontik ed. 2.Jakarta: EGC
6.www.google.com    =   “Pembatasan fisik pada lansia”
7.http://perubahan-fisik-lansia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar