selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Kamis, 09 Mei 2013

makalah imunodefisiensi

makalah imunodefisiensi

A. Pengertian
Penyakit Immunodefisiensi adalah sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat, sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang, luar biasa berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Jika suatu infeksi terjadi secara berulang dan berat (pada bayi baru lahir, anak-anak maupun dewasa), serta tidak memberikan respon terhadap antibiotik, maka kemungkinan masalahnya terletak pada sistem kekebalan. Gangguan pada sistem kekebalan juga menyebabkan kanker atau infeksi virus, jamur atau bakteri yang tidak biasa.
B. Etiologi
Beberapa penyebab dari immunodefisiensi yang didapat:
1. Penyakit keturunan dan kelainan metabolisme
  • - Diabetes
  • - Sindroma Down
  • - Gagal ginjal
  • - Malnutrisi
  • - Penyakit sel sabit
2. Bahan kimia dan pengobatan yang menekan sistem kekebalan
  • - Kemoterapi kanker
  • - Kortikosteroid
  • - Obat immunosupresan
  • - Terapi penyinaran
3. Infeksi
  • - Cacar air
  • - Infeksi sitomegalovirus
  • - Campak Jerman (rubella kongenital)
  • - Infeksi HIV (AIDS)
  • - Mononukleosis infeksiosa
  • - Campak
  • - Infeksi bakteri yang berat
  • - Infeksi jamur yang berat
  • - Tuberkulosis yang berat
4. Penyakit darah dan kanker
  • - Agranulositosis
  • - Semua jenis kanker
  • - Anemia aplastik
  • - Histiositosis
  • - Leukemia
  • - Limfoma
  • - Mielofibrosis
  • - Mieloma
5. Pembedahan dan trauma
  • - Luka bakar
  • - Pengangkatan limpa
6. Lain-lain
  • - Sirosis karena alkohol
  • - Hepatitis kronis
  • - Penuaan yang normal
  • - Sarkoidosis
  • - Lupus eritematosus sistemik.
    D. Pemeriksaan penunjang
    Pemeriksaan penunjang merupakan sarana yang sangat penting untuk mengetahui penyakit defisiensi imun. Karena banyaknya pemeriksaan yang harus dilakukan (sesuai dengan kelainan klinis dan mekanisme dasarnya) maka pada tahap pertama dapat dilakukan pemeriksaan penyaring dahulu, yaitu:
    1.    Pemeriksaan darah tepi
    a.    Hemoglobin
    b.    Leukosit total
    c.    Hitung jenis leukosit (persentasi)
    d.   Morfologi limfosit
    e.    Hitung trombosit
    f.     Pemeriksaan imunoglobulin kuantitatif (IgG, IgA, IgM, IgE)
    g.    Kadar antibodi terhadap imunisasi sebelumnya (fungsi IgG)
    h.    Titer antibodi Tetatus, Difteri
    i.      Titer antibodi H.influenzae
    j.      Penilaian komplemen (komplemen hemolisis total = CH50)
    k.    Evaluasi infeksi (Laju endap darah atau CRP, kultur dan pencitraan yang sesuai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar