selamat datang

Kampus ku

Pesan Kami

DATA

Postingan
Komentar

Total Tayangan Laman

Like Facebook


Kamis, 09 Mei 2013

PERUBAHAN PSIKOLOGIS TERKAIT PROSES PENUAAN


Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia.
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling ber interaksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia.
Ada 4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien Geriatri dan Psikogeriatri, yaitu :
1.      Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia.
2.      Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degenerative
3.      Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a) Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain), b) Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab, diantaranya setelah menajalani masa pensiun, setelah sakit cukup berat dan lama, setelah kematian pasangan hidup dan lain-lain.
4.      Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasis) sehingga membawa lansia kearah kerusakan / kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis yang mendadak, misalnya bingung, panik, depresif, apatis dsb. Hal itu biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat, misalnya kematian pasangan hidup, kematian sanak keluarga dekat, terpaksa berurusan dengan penegak hukum, atau trauma psikis.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut
a.       Penurunan Kondisi Fisik
Setelah seseorang memasuki masa lansia, umumnya mulai dihinggapiadanya kondisi patologis (tidak sehat) berganda, misalnya: tenaga berkurang,energi menurun, kulit keriput, gigi makin rontok, tulang makin rapuh, dsb.Secara umum kondisi fisik yang sudah memasuki masa lansia mengalamipenurunan secara berlipat ganda. Hal ini menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik, psikologis, maupun sosial, sehingga dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Dalam hal ini, agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan kebutuhan fisik dengan kondisi psikologis maupun sosial, sehingga mau tidak mau, perluuntuk mengurangi kegiatan yang bersifat mem-forsir fisiknya. Seorang lansiaperlu mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur, istirahat,dan olah raga yang seimbang.
b.      Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual 
Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lansia sering kaliberhubungan dengan gangguan fisik, seperti: Gangguan jantung,Gangguan metabolisme (proses pencernaan energi kimiawi dalamtubuh), misalnya: Diabetes Mellitus.Vaginitis (peradangan pada saluran melahirkan) Baru selesai operasi: misalnya Prostatektomi (operasi prostat) Kekurangan gizi, karena pencernaan kurang sempurna atau nafsumakan sangat berkurang Penggunaan obat-obat tertentu, seperti obat darah tinggi, golongansteroid (obat-obat penekan proses radang), dsb.
Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :
·         Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia
·         Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya
·         Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya
·         Pasangan hidup telah meninggal
·         Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas, depresi, pikun dsb.
c.       Perubahan Aspek Psikososial
Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan.Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut, lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Beberapa perubahan tersebut dapat dibedakan berdasarkan 5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut:
1.      Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy), biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak,tenang dan mantap sampai sangat tua.
2.      Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality), pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome, apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi padadirinya.
3.      Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy), pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupankeluarga, apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak, tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana, apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya.
4.      Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality), pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak  puas dengan kehidupannya, banyak keinginan yang kadang-kadang tidak diperhitungkan secara seksamasehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit.
5.      Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy), pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya.
d.      Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan
Pada  umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. Meskipun tujuan ideal pensiun agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua, namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya, karenapensiun sering diartikan sebagai kehilangan kedudukan, jabatan, peran, kegiatan, status, dan harga diri. Reaksi setelah orang pension lebih tergantung dari model kepribadiannya, seperti yang telah diuraikan di atas. Reaksitersebut, ada yang menerima, ada yang takut kehilangan, ada yang  merasa senang memiliki jaminan, ada juga yang seolah-olah acuh terhadap pension (pasrah). Masing-masing punya dampak, baik positif yaitu lebihmenentramkan, dan dampak negatif yang akan mengganggu kesehatan lansia.Agar pensiun lebih berdampak positif sebaiknya ada masa persiapan perlubenar-benar diisi dengan kegiatan kegiatan untuk mempersiapkan diri, bukanhanya dengan masuk kerja atau tidak dengan memperoleh gaji penuh.Persiapan tersebut dengan berencana, terorganisasi, dan terarah bagi masing-masing orang yang akan pensiun, perlu dilakukan kajian untuk menentukanarah minatnya agar tetap memiliki kegiatan dan positif. Untuk merencanakan
 
kegiatan setelah pensiun dan memasuki masa pensiun, dilakukan pelatihanyang sifatnya memantapkan arah minatnya masing-masing denganberwiraswasta, cara membuka usaha sendiri yang sangat banyak jenis danragam pelatihan hendaknya bersifat praktis dan langsung terlihat hasilnyasehingga keyakinan pada lansia bahwa disamping pekerjaan yang selamaditekuni, ada alternatif lain yang cukup menjanjikan dalam menghadapi masatua, sehingga tidak membayangkan bahwa setelah pensiun mereka menjaditidak berguna, menganggur, dan sebagainya.
e.       Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat
Akibat berkurangnya fungsi indra pendengaran, penglihatan, gerak fisik maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia.Misalnya badan bungkuk, pendengaran sangat berkurang, penglihatan kabur,dan sebagainya akan menimbulkan keterasingan. Hal itu sebaiknya dicegahdengan selalu mengajak mereka pada aktivitas, selama yang bersangkutanmasih sanggup, agar tidak merasa terasing. Karena jika keterasingan terjadiakan semakin menolak untuk berkomunikasi dan kadang-kadang terus munculperilaku regresi seperti mudah menangis, marah-marah, mengumpulkanbarang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menahan orang lainsehingga perilakunya seperti anak kecil.Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas, pada umumnyalansia yang tinggal bagi orang-orang kita (budaya ketimuran) masih sangatberuntung karena anggota keluarga seperti anak, cucu, cicit, sanak saudarabahkan kerabat umumnya ikut membantu mereka dengan penuh kesabarandan pengorbanan. Namun, bagi mereka yang tidak punya sanak saudarakarena hidup membujang, atau punya pasangan hidup namun tidak ada karenasudah meninggal, apalagi hidup dalam perantauan sendiri, seperti terlantar. Disinilah pentingnya adanya Panti Werdha sebagai tempat untuk perawatan bagi lansia disamping sebagai long stay rehabilitation yang tanpa kehidupan bermasyarakat. Di sisi lain perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dankehidupan dalam lingkungan sosial Panti Werdha adalah lebih baik dari pada dalam masyarakat sebagai seorang lansia 
.
 Perubahan-perubahan mental/ psikologis
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah :
a. Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
b. kesehatan umum
c. Ttingkat pendidikan
d. Keturunan (herediter)
e. Lingkungan
f. Gangguan saraf panca indra, timbul kebutaan dan ketulian
g. Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan
h. Rangkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili
i. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri dan perubahan konsep diri
Perubahan kepribadian yang drastis keadaan ini jarang terjadi lebih sering berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang, kekakuan mungkin oleh karena faktor lain seperti penyakit-penyakit.
Kenangan (memory) ada dua; 1) kenangan jangka panjang, berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu, mencakup beberapa perubahan, 2) Kenangan jangka pendek atau seketika (0-10 menit), kenangan buruk.
Intelegentia Quation; 1) tidakberubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal, 2) berkurangnya penampilan,persepsi dan keterampilan psikomotorterjadi perubahan pada daya membayangkan, karena tekanan-tekanan dari faktro waktu.
Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial.
1. perubahan fisik, sosial mengakibatkan timbulnya penurunan fungsi, kemunduran orientasi, penglihatan, pendengaran mengakibatkan kurangnya percaya diri pada fungsi mereka.
2. Mundurnya daya ingat, penurunan degenerasi sel sel otak.
3. Gangguan halusinasi.
4. Lebih mengambil jarak dalam berinteraksi.
5. Fungsi psikososial, seperti kemampuan berfikir dan gambaran diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar